Human’s Default Metabolism

(Metabolisme Primer Manusia)
.
.
Ketosis adalah sistem Metabolisme Primer Manusia yang paling primitif, dimana manusia harus memenuhi suplai energi yang besar untuk kebutuhan otaknya secara konstan dan stabil, dalam kondisi geografi dan iklim apapun dipermukaan bumi dan walau harus dalam kondisi keterbatasan bahan makanan setiap saat.
.
.
Saat manusia lahir, tubuhnya telah dipersiapkan dengan cadangan lemak yang besar, sehingga Otak manusia tidak akan kekurangan energi dan bisa menggunakan Ketone yang merupakan bahan baku energi Otak yang paling efisien dan memiliki sumber yang stabil dan melimpah dari jaringan lemak ditubuh. Itulah mengapa bayi yang baru lahir memiliki persentase cadangan lemak yang besar ditubuhnya. Sehingga bayi manusia yang baru lahir akan mudah bertahan hidup setelah keluar dari kandungan, walau mengalami penundaan sekalipun terhadap akses ke air susu ibunya (ASI)
.
.
Dari sisi evolusi manusia, dimana sumber makanan bukanlah hal yang mudah diperoleh, maka kondisi tanpa makanan (Kondisi Puasa) yang sering dilalui manusia dimasa lalu akan membuat manusia selalu dalam kondisi Ketosis untuk menjaga kelangsungan hidupnya.
.
.
Kondisi Ketosis inilah yang menyelamatkan manusia diberbagai iklim cuaca dan geografi yang berbeda-beda di muka bumi, karena dengan metabolisme ketosis inilah manusia mempu terlepas dari belenggu keharusan akan ketersediaan pangan setiap saat.
.
.
Metabolisme glukosa yang di miliki manusia modern saat ini, adalah metabolisme yang diperoleh melalui pemenuhan energi otak dan organ-organ lain ditubuh melalui sumber glukosa, yang berasal dari Karbohidrat di makanan. Dimana metabolisme seperti ini membutuhkan suplai makanan yang konstan setiap hari, agar dapat memenuhi kebutuhan Glukosa ditubuh setiap saat, terutama bagi Otak.
.
.
Glycogen yang merupakan bentuk simpanan Glukosa sementara, adalah cara manusia modern mengandalkan sumber energi ditubuhnya untuk menjaga keseimbangan gula darah. Sehingga saat gula darah mulai turun akibat konsumsi energi ditubuh, maka Glycogen yang tersimpan di Liver ini dapat dengan cepat digunakan sebagai bahan pembuat Glukosa kembali didarah.
.
.
Kemampuan tubuh manusia menyimpan Glycogen ini tidak besar, dan tidak bisa mencukupi kebutuhan energi ditubuh bila terlalu lama waktu yang dibutuhkan untuk kembali mendapatkan asupan makanan dari sumber Karbohidrat. Itu sebabnya bila manusia melalui kondisi tanpa makanan lebih dari 24 jam, maka otomatis Liver akan segera membuat gula baru melalui proses Gluconeogenesis di liver dari bahan baku glycerol yang berasal dari lemak dan alanine yang berasal dari protein, untuk mempertahankan keseimbangan gula darah ini.
.
.
Lemak yang merupakan sumber energi didalam tubuh yang paling melimpah, akan digunakan sebagai bahan baku utama pembentukan Ketone di Liver, sehingga dengan beredarnya Ketone di darah ini, maka Otak akan beralih menggunakan Ketone sebagai sumber energi utamanya.
.
.
Otak tidak dapat menggunakan lemak yang beredar di darah, karena lemak tidak mampu menyeberang melalui lapisan tebal pembuluh darah pelindung otak yang disebut Blood Brain Barrier.
.
.
Namun Ketone yang dihasilkan melalui proses ketogenesis di Liver dari bahan baku lemak bebas, akan menjadi metabolit yang mudah menggantikan posisi glukosa di otak.
.
.
Kebutuhan Glukosa ditubuh akan menurun drastis, saat Ketone sudah hadir di darah maka proses Gluconeogenesis yang dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan gula darah akan menurun. Hal ini sangat penting untuk terjadi, agar sumber protein ditubuh seperti massa otot dan otot jantung, tidak terus digunakan sebagai bahan baku pembentukan gula baru di Liver untuk memenuhi ketergantungan organ-organ ditubuh terutama otak terhadap Glukosa sebagai bahan bakar metabolisme.
.
.
Karena jika semua organ ditubuh masih bergantung dengan Glukosa untuk metabolismenya, maka massa otot manusia akan mengalami penurunan kuantitas yang signifikan, dan merupakan proses yang mempercepat penurunan metabolisme yang berujung kematian.
.
.
Inilah mengapa Ketosis itu merupakan Metabolisme Primer manusia sebenarnya, dimana Otak manusia sebagai organ pengkonsumsi energi terbesar dibanding organ lain ditubuh, membutuhkan suplai energi yang konstan dan stabil terus menerus.
.
.
Dan hal ini hanya dapat dipenuhi oleh sumber simpanan energi manusia terbesar yaitu lemak yang tersimpan di jaringan lemak. Sehingga fluktuasi sumber energi dari keterbatasan makanan, tidak akan membatasi kemampuan manusia untuk berusaha memperoleh makanan melalui aktivitas yang meningkat dan kondisi tanpa makanan (puasa) yang diperpanjang.
.
.
Jadi bukanlah Glycogen yang hanya merupakan cadangan energi sementara ditubuh, dan harus sering di isi kembali melalui makanan, terutama sumber karbohidrat.
.
.
Karbohidrat yang berasal dari makanan, sangat tergantung ketersediaannya oleh sumber tumbuh-tumbuhan (Nabati) yang tumbuh di tanah. Oleh sebab itu dalam perspektif evolusi manusia yang tidak bisa mengandalkan kesuburan tanah setiap saat, karena pengaruh geografi dan iklim dibumi. Maka sudah pasti metabolisme Glukosa bukanlah metabolisme utama manusia.
.
.
Karena jika Otak manusia hanya bisa menggunakan Glukosa sebagai bahan baku metabolismenya, maka sudah pasti manusia akan menjadi spesies yang mudah punah saat harus melalui perubahan iklim yang ekstrim dimuka bumi.
.
.
Karbohidrat merupakan sumber energi alternatif manusia, bukanlah sumber energi Primer (utama) seperti yang diketahui manusia modern saat ini. Dan penggunaan sumber energi alternatif/sekunder secara berlebihan ini, telah menimbulkan berbagai dampak kesehatan pada manusia. Hal ini ditandai dengan kemunculan berbagai masalah kesehatan manusia yang berhubungan dengan metabolisme. Dan merupakan momok kesehatan manusia terbesar di jaman modern seperti saat ini.
.
.
Karbohidrat bukanlah sumber nutrisi yang esensial bagi manusia, karena manusia dapat memenuhi sendiri kebutuhan Glukosa didalam tubuh melalui proses Gluconeogenesis (pembentukan gula baru di Liver), saat Otak telah menggunakan Ketone sebagai bahan bakar utama metabolismenya maka Glukosa hanya akan diperlukan untuk memenuhi sebagian kecil kebutuhan sel-sel ditubuh yang memiliki kewajiban absolut untuk tetap menggunakan Glukosa. Seperti halnya sel darah merah yang tidak memiliki Mitochondria (generator pembangkit energi yang menggunakan oksigen didalam sel) untuk bisa mengolah bahan baku lemak sebagai sumber energinya. Hal ini tentu akan mudah dipenuhi oleh proses pembentukan gula di Liver yang dapat menggunakan sumber bahan baku dari lemak (Glycerol), protein (Alanine) dan Laktat
.
.
Semua organ dan sel-sel lain ditubuh dapat dengan mudah menggunakan lemak dan ketone sebagai sumber bahan baku energinya. Sehingga Ketosis merupakan metabolisme yang paling utama dalam hal memperoleh ketersediaan bahan baku metabolisme yang konstan didalam tubuh.
.
.
Saat manusia tidak lagi menggunakan metabolisme utamanya ini, dan mulai bergantung kepada sumber alternatif/sekunder seperti Glukosa yang harus selalu dipenuhi dari makanan (Karbohidrat). Maka kebutuhan akan suplai sumber makanan dari unsur Karbohidrat akan mutlak selalu dibutuhkan. Dan perkembangan teknologi manusia di sektor agrikultural telah berhasil merubah peralihan adaptasi manusia dari metabolisme Primer (Ketosis) sebelumnya, ke metabolisme alternatif/sekunder (Glukosa) secara terus menerus.
.
.
Jadi hal terpenting yang harus dipahami disini, adalah pengertian akan kondisi Ketosis yang alami dan merupakan metabolisme Primer manusia sebenarnya.
.
.
Dan Ketosis bukanlah metabolisme alternatif/sekunder setelah metabolisme Glukosa. Dunia telah melihat dua sisi metabolisme ini secara terbalik. Karena perkembangan teknologi manusia untuk meneliti metabolisme manusia, baru muncul dan dilakukan setelah manusia sudah didominasi oleh perkembangan agrikultural sebelumnya. Sehingga menganggap metabolisme Glukosa sebagai metabolisme Primer, dan sebaliknya kondisi ketosis dianggap hanya sebagai metabolisme alternatif/sekunder saja, seperti saat manusia mengalami kondisi puasa yang diperpanjang atau kelaparan.
.
.
Ketosis tidak akan bisa dihindari manusia, bila manusia tidak makan apapun lebih dari 24 jam.
.
.
Dan pemilihan makanan setelah kondisi ini, menentukan apakah manusia mau tetap menggunakan dan beradaptasi dengan kondisi ketosis yang merupakan metabolisme Primer manusia, atau mengalihkannya ke metabolisme alternatif/sekunder dengan cara mengkonsumsi karbohidrat untuk memenuhi glycogen di Liver sehingga Ketogenesis untuk menghasilkan Ketone tidak terjadi.
.
.
Pilihan ditangan masing-masing orang.
.
.
Namun karena Fastosis Warriors adalah orang-orang yang memilih untuk sering berpuasa ketimbang makan. Maka kami memilih untuk mempertahankan metabolisme Primer manusia ini, dengan tidak mengisi Glycogen di Liver dengan sumber makanan yang berasal dari Karbohidrat dalam jumlah besar, dan membatasi Makro Nutrisi dari Karbohidrat ini serendah mungkin.
.
.
Karena kami tau bahwa Karbohidrat bukanlah Makro Nutrisi yang Esensial bagi manusia. Dan kami akan menggunakan metabolisme Primer (Ketosis) ini sebagai cara untuk melepas belenggu makanan dan melatih kesabaran terhadap hawa nafsu kami sendiri ditengah dunia modern yang penuh godaan akan melimpahnya sumber makanan dimana-mana.
.
.
* Glycogen = Bentuk penyimpanan sementara Glukosa
* Gluconeogenesis = Proses pembentukan Glukosa di Liver
* Ketosis = Kondisi tubuh yang menggunakan Ketone sebagai bahan bakar utama metabolisme
* Ketogenesis = Proses pembentukan ketone di Liver dari bahan baku lemak bebas (FFA)
.
.
#Reversing_Modern_Lifestyle_Devolution_Through_Revolution
#Fastosis_Warriors_Inspiring_The_World
#Share_Knowledges_With_Love_Not_Hate

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s